Rabu, 16 April 2014

Krisis moral di Indonesia


Indonesia sudah mendeklarasikan kemerdekaanya sejak 1945, namun saat ini negara kita masih belum bisa dibilang maju - bahkan masih terbelakang, ya terbelakang dalam hal pola pikir. 
Contohnya kerap kali kita lihat di media TV atau berita internet; kriminalitas, penghakiman massa, sadistic, egoistic, korupsi dan koruptor pejabat, intoleransi perbedaan, sex abuse anak di bawah umur.  Hal ini, sangat dipengaruhi tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang masih rendah, pun pendidikan moral di sekolah hanya sebatas teori, hapalan yang tidak pernah dipraktekkan oleh para muridnya. Agama yang seharusnya berfungsi menyeimbangkan tingkah laku manusia adakalanya menjadikan manusia fanatik dan semakin tidak toleran kepada pemeluk agama lain.

Contoh yang marak di perbincangan sosial media kali ini (April 2014), kasus wanita muda yang tidak memberikan tempat duduk kepada Ibu Hamil di dalam kereta api KRL.  Kurangnya empati, pengertian, dan sikap keegoisan menyebabkan hal seperti ini, bahkan mengutip media Kompas bukan hanya perlakuan ke ibu hamil, tapi juga ke wanita yang sudah lanjut dan ibu dengan anak yang masih kecil. Gejala ini disebut seorang Ibu sebagai "Wanita muda yang tidak memiliki empati". 
 

Isu hangat selain itu tentu saja soal pelecehan seksual di International School - JIS yang cukup membuat sebagian dari kita marah, dan sangat disesalkan peristiwa itu terjadi di sekolah elit. 
 
Apa yang salah dengan negara kita? Selain pendidikan rendah, saya rasa salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah "Character Building".  Tidak ada pendidikan character building yang intensif, dilakukan di sekolah sejak anak memasuki bangku sekolah.  Saya sempat merasakan mata kuliah Character Building, dan saya rasa materi tersebut seharusnya mulai ditanamkan kepada generasi muda sejak usia dini, sehingga membentuk manusia yang berkualitas dan berintegritas tinggi. 
 

Perubahan memang tidak bisa instan, tapi tanpa langkah awal, kita tidak akan kemana-mana dan semakin tertinggal dari negara lain, let's make a better Indonesia! 

Kamis, 03 April 2014

Langkah Sejuta Suluh by Merry Riana

Merupakan buku baru dari Merry Riana menceritakan inspirasi sukses beliau.  Saya sendiri belum membacanya, tapi baru mendengar ringkasannya di Radio Sonora Jumat 21 February 2014 =).  Nampaknya buku ini layak dimiliki sebagai teman kita dalam perjuangan meraih kesuksesan.
Beberapa tips yang dibagikan Merry Riana buku LSJ, dari talkshow radionya :

1. Beranilah mengambil langkah pertama, karena keberhasilan selalu dimulai dari langkah pertama

2. Lakukan dengan konsisten baik ketika situasi berjalan lambat maupun sudah berjalan dengan cepat.  Manusia harus selalu bertumbuh, karena Tuhan memberikan misi yang baik bagi kita. Tumbuh itu dari sisi spiritual, material, dan sosial.


3. Kenalilah talent dan passion anda, kemudian lakukan pekerjaan yang berhubungan dengan talent dan passion tersebut.

4. Team yang hebat akan menghasilkan kerjasaman yang hebat.

5. Tidak pernah menyerah, kegagaln diubah dengan cara bekerja lebih giat dan mengubah taktik.

Inti dari Langkah Sejuta Suluh adalah, Langkah yang kita ambillah yang akan menentukan masa depan kehidupan kita. 

Minggu, 09 Maret 2014

Intuisi dan Wisdom




Kebijaksanaan itu ada di dalam diri setiap orang, jika selama ini kita sering memercayakannya pada logika, coba kali ini percayakan pada intuisi. Apa yang mau ditunjukkan intuisi kepada kita, dia membimbing kita untuk menjalani hidup kita, melihat dari sudut pandang yang lebih tinggi, semua masalah, semua pelajaran kehidupan. 


Perhatikan tanda tanda yang muncul, mungkin dari mimpi, dari atau kejadian2 yang remeh, atau hal yang tiba tiba terpikirkan;  hening sejenak, amati refleksi dan tindak lanjuti, mungkin high priestess lah yang akan membimbing kita melalui jalan yang harus kita lalui untuk menuju impian kita.  Dialah yang 'menunjukkan jalan' bagi kita dalam kebuntuan, baik secara disadari maupun tidak, karena tujuan kita seringkali tersamar di balik layar, dan hanya dapat dipahami melalui rasa.

Semoga kita dapat selalu berkembang, seperti High Priestess yang memiliki pengetahuan seperti gulungan kitab di tangannya, serta kebijaksanaan kehidupan dan pencerahan seperti mutiara / Tao di dahinya, dalam memaknai kehidupan.