Rumusan
Seorang mistik pulang dari padang gurun. 'Katakanlah, seperti apa Tuhan itu!.' tanya orang-orang mendesak.
Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata apa yang dialaminya dalam lubuk hatinya yang paling dalam? Mungkinkah mengungkapkan Yang Mahabesar dalam kata-kata manusiawi?
Akhirnya ia memberi mereka sebuah rumusan - begitu kurang tepat dan serampangan! - dengan harapan bahwa beberapa dari antara mereka mungkin akan tertarik untuk mencari sendiri apa yang dialaminya.
Mereka berpegang kuat pada rumusan itu. Mereka mengangkatnya menjadi naskah suci. Mereka memaksakannya kepada setiap orang sebagai kepercayaan suci. Mereka bersusah payah menyebarkannya di negeri-negeri asing. Bahkan ada yang mengorbankan nyawanya demi rumusan itu.
Orang mistik itu pun menjadi sedih. Mungkin lebih baik, seandainya dulu dia tidak pernah berbicara.
*dikutip dari Burung Berkicau karangan Anthony de Mello
Resapkan sendiri maknanya & Semoga bermanfaat!
Tampilkan postingan dengan label Burung Berkicau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Berkicau. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 November 2014
Senin, 10 November 2014
Merpati Raja
Merpati Raja
Nasruddin menjadi perdana menteri raja. Sekali peristiwa, ketika ia berkeliling istana, ia melihat, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seekor burung elang milik raja.
Nasruddin belum pernah melihat burung merpati seperti ini, Maka ia pun mengambil gunting, lalu memotong kuku, sayap dan paruh burung elang itu.
'Nah, baru sekarang kau pantas disebut burung', katanya. 'Tuanmu telah mengabaikanmu selama ini.'
Sungguh memprihatinkan, para rohaniwan-rohaniwati yang tidak mengenal dunia selain lingkungan mereka sendiri, yang tidak mau belajar apapun dari orang yang mereka beri pelajaran.
*dikutip dari Burung Berkicau karangan Anthony de Mello
Resapkan sendiri maknanya & Semoga bermanfaat!
Nasruddin menjadi perdana menteri raja. Sekali peristiwa, ketika ia berkeliling istana, ia melihat, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seekor burung elang milik raja.
Nasruddin belum pernah melihat burung merpati seperti ini, Maka ia pun mengambil gunting, lalu memotong kuku, sayap dan paruh burung elang itu.
'Nah, baru sekarang kau pantas disebut burung', katanya. 'Tuanmu telah mengabaikanmu selama ini.'
Sungguh memprihatinkan, para rohaniwan-rohaniwati yang tidak mengenal dunia selain lingkungan mereka sendiri, yang tidak mau belajar apapun dari orang yang mereka beri pelajaran.
*dikutip dari Burung Berkicau karangan Anthony de Mello
Resapkan sendiri maknanya & Semoga bermanfaat!
Langganan:
Postingan (Atom)
